1. Sejarah Singkat
Air Terjun Gitgit merupakan salah satu air terjun paling terkenal dan tertua sebagai destinasi wisata alam di Bali bagian utara. Terletak di Desa Gitgit, Kabupaten Buleleng, air terjun ini mulai dikenal luas sejak era pariwisata Bali berkembang pada tahun 1970-an.
Nama “Gitgit” diambil dari nama desa setempat, dan air terjun ini terbentuk secara alami dari aliran sungai pegunungan yang berasal dari kawasan hutan di dataran tinggi Bali Utara. Sejak lama, masyarakat lokal memanfaatkan kawasan ini sebagai sumber air dan bagian dari keseimbangan alam (Tri Hita Karana).
2. Fasilitas
Air Terjun Gitgit telah dikelola dengan cukup baik dan ramah wisatawan, dengan fasilitas antara lain:
Area parkir kendaraan (motor dan mobil)
Jalur trekking dan tangga menuju air terjun
Warung makanan dan minuman tradisional
Kios cendera mata
Toilet dan kamar ganti sederhana
Pemandu lokal (opsional)
Area istirahat dan spot foto
3. Jarak dari Bandara atau Kota Terdekat
Dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai (Denpasar):
± 95 km dengan waktu tempuh sekitar 2,5 – 3 jam perjalanan darat.
Dari Kota Singaraja (ibu kota Kabupaten Buleleng):
± 10 km dengan waktu tempuh sekitar 20–30 menit.
Air Terjun Gitgit sering dikunjungi wisatawan yang melakukan perjalanan ke kawasan Bali Utara seperti Bedugul, Lovina, dan Singaraja karena aksesnya relatif mudah dan panorama alamnya sangat asri.
Br. Jagatamu, Meliling, Kec. Kerambitan, Kab. Tabanan, Bali